Perlu Mikir Nggak? Unggah Foto di Instagram


Photo by @tanaka_tatsuya / adweek.com

Setiap orang tentu punya caranya sendiri menikmati dan menggunakan Instagram, ada yang buat lucu-lucuan dan sukses pun ada. Bahkan ada yang juga yang dipakai untuk menjual diri. Hihai menjual diri! Jadi maksudku adalah mempertontonkan karya-karya terbaiknya. Aku selalu iri (pengen bisa) berkarya konsisten seperti orang-orang yang aku temui di Instagram, tapi banyak gagalnya. Tapi aku nggak menyerah lo! Aku juga terus tidak ingin berkarya lagi kok! Aku masih ingin dan akan terus berkarya meski baru ini yang aku bisa. Aku suka belajar itu dari nol, dari yang nggak tau apa-apa, perlahan bisa, dan akhirnya bisa beneran. Kalau ada yang tahu dulu pertama kali belajar main komputer pasti ketawanya sampai Laut Merah hihai. Gimana enggak? Dulu aku bodoh banget, teman-temanku udah pada bisa, tapi aku ngetik aja nggak bisa caranya. Ini sedih banget! Minder keterlaluan! Tapi Alhamdulillah ya sekarang udah bisa. 

Btw, menikmati dan menggunakan Instagram lagi-lagi adalah hak semua warga Instagram, mau buat a buat b asal positif mah nggak apa. Jadi emang nggak bisa sih dipaksa-paksa gitu buat nurut sama orang. Etapi, menurutmu perlu nggak mikirin konten untuk Instagram-mu? 

Akhir tahun ini indah banget, beberapa email masuk dan membuat batinku bahagia. Jadi kebanyakan email yang aku dapat akhir tahun ini sungguh mengejutkan. Alhamdulillah. Dulu aku kalau unggah foto di Instagram nggak serepot itu sih mikirin konten. Sekarang gara-gara dapat email dari salah satu agency di NYC, aku jadi suka mikir. Sombong banget ya? Hehe enggak kok, maafin ya! Just sharing kok! Etapi ini juga nggak mikir-mikir banget kok. Jadi biarkan mengalir aja, kontennya aku banget, dan tetep jadi diri sendiri. Pencitraan? Enggak juga. Kamu jangan suka nuduh ya, kenalan dulu makanya (ini sambil senyum) hehe. Mereka mengirim email kepadaku karena katanya tertarik dengan konten-konten di Instagramku. Menurutku kontenku di Instagram itu masih acak-acak-an, tapi Alhamdulillah banget kalau ada yang suka. 

Pagi itu tiba-tiba aku lumayan kaget mendapati email masuk dari salah satu agency di NYC. Mungkin buat sebagian orang mendapati email seperti itu sudah biasa, tapi buatku tidak. Mereka selain membuat batinku berkembang biak, mereka juga membuat percaya diriku semakin bertambah. Entah apapun percaya diri itu, yang jelas, aku semakin semangat berkarya. Aku memang suka editing foto. Bahkan beberapa bulan yang lalu aku sempat diskusi dengan teman yang ada di jauh ngomongin salah satu studio foto menarik di Semarang. Kita diskusi berdua dan aku pengen banget sebenarnya untuk gabung sebagai ‘freelance photos editing’ dengan mereka. Bukan karena ada lowongan atau mereka mengajak gabung, terlebih keinginan saja ingin bergabung dengan mereka, namun sepertinya kesempatan dari dalam diri belum mengatakan “YA” untuk saat-saat ini, jadi ya harap dimaklumi.

Idola aku banget dan yang sering ngasih tutorial editing foto itu Arfi Setiawan, Manager Alvin Photography Yk. Dia dulu sering ngirimin tutorial gitu dan aku belajar banget sama proses dia berkarya. Menurutku enggak ada karya sebagus karya dia, meskipun tempat dan suasananya sama. Entah kenapa, karya dia itu berbeda, seperti ada rohnya. Bahkan sampai-sampai kalau nanti nikah pengen banget dia sendiri yang take fotonya haha. Semoga kuat bayar mas Arfi haha. Yes, Arfi, Arfi, Arfi sendiri, dia sendiri, semuanya dia. Ini parah!


Terus kelanjutannya gimana soal agency itu?

Buat aku, tantangan dari mereka itu butuh fokus luar biasa. Jujur, belum aku apa-apa-in. Terlebih, aku lagi berat untuk menulis. Btw, nanti bakal aku respon setelah ini selesai. 

Gimana kalau kesempatan itu nggak datang dua kali? 

Masih banyak cara bagaimana memperbaiki hubungan, bahkan soal email

Caranya? 

Buat konten yang menarik, tapi tetap jadi diri sendiri. 

Yakin?

Kenapa enggak? Jadi buat kamu yang sedang mengalami pengalaman yang hampir sama denganku, jangan takut mengambil keputusan. Terus kamu jangan pernah berhenti berkarya. Buat portfolio yang isinya ‘kamu banget’ bukan orang lain. Tentu yang menarik ya.

Jadi mikirin konten di Instagram itu perlu?

Perlu dan penting itu tergantung pribadi masing-masing. Bisa saja buatku penting dan bisa saja buat yang lain enggak. Tergantung tujuannya masing-masing. Kalau aku tujuan awalnya ‘bahagia’ dulu. Aku termasuk orang yang ekpresif dan harus disalurkan. Aku biasa menyalurkannya di Instagram dan media sosial yang lain juga ada beberapa. Itu pun kalau ingat hehe. Kamu punya banyak pilihan kok. Buat kamu yang tertarik untuk membuat konten yang menarik di Instagram, ya itu bagus. Setidaknya, kamu tidak hanya buang-buang kuota. (Yang terakhir ini jangan serius-serius).


Setelah membaca update-tan aku kali ini, jadi kesimpulannya apa menurutmu? Perlu mikir nggak? Unggah foto di Instagram. Perlu nggak menurutmu?

2 komentar:

  1. Perlu dong... apalagi apa yang kamu post itu berhubungan dengan passion, tentu banyak orang yang melihat apa yang kamu post doi Instagram. Bisa sampai dilirik agency itu keren... Congratzz.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba untuk jawabannya. Tengs berat yaa :)

      Hapus

 

LIKE FOR CLICK ON POST

DON'T CLICK, BUT SEE MORE


JOIN WITH

Blogger Perempuan

RELAX: HERE YOU CAN FEED THE FISH