Selain Raharjo, Mamad juga Berhasil Membuat Batinku Berkembang Biak




Sabtu (3/12) benar-benar membuat batinku berkembang biak. Aku nggak perlu kado istimewa dari kekasihku hari itu, aku sudah bahagia. Dua sosok yang tak ku kenal sebelumnya memberiku pelajaran penting. Pasalnya pak Raharjo dan pak Mamad (nama disamarkan) memberi pelajaran sederhana tapi mahal. Setelah kemarin aku cerita soal pak Raharjo yang masih semangat ngojek meski di usia yang tak muda lagi, kali ini aku akan cerita soal pak Mamad yang bekerja, serius bekerja, sayang keluarga, dan beliau berkata, slow aja mas/mba nyari rezeki yang penting halal, katanya. 

Setelah dari Pesta Boneka #5, aku dan bapak masih menunggu hujan mereda. Sayang banget sama sepatu Keds-ku ini, malas jalan kaki, takut basah, dan harus buang duit buat masukin ke shoes care haha. Engga-engga! Ini becanda. Jadi kemarin itu aku dan bapak nyari taksi karena hujan tapi nggak ada yang mau, semacam ditolak sana-sini. Tapi perlu diingat, penolakan itu wajar, dan nggak masalah. Setelah kami ditolak oleh beberapa taksi, aku dan bapak mencoba jalan ke arah Grha Sabha. Bapak bilang, tunggu sini dulu, habis ini kita naik taksi. Benar, nggak lama kami dapat taksi. Otomatis kami bahagia hahaha. Kami nanya, biaya minimum berapa pak? Nggak mas, jauh dekat pakai argo. Wahaha kami tertawa berjamaah meski dalam hati. Kami emang suka ngobrol sama supir. Entah ngomongin A, nggosipin B, yang jelas nggak pernah yang namanya diem. Apalagi bapak, dia selalu ngajak ngobrol, entah bahas A, bahas B, sampai-sampai ngomongin yang aku sendiri nggak ngerti. Biasa kami nanya tarif, soal armada, soal manajemen, dan bla-bla-bla, tujuannya buat membandingkan. Tapi belum sempat direview haha. Bapak yang biasa nanya-nanya, katanya buat aku nulis, padahal ya belum ditulis-tulis. Tapi bapak mah nggak pernah maksa, palagi ini soal sukarela bercerita, bukan keharusan. 

Setelah obrolan soal tarif, pak Mamad ini bercerita, golek rezeki iku sek santai wae mas, asal halal. Perlu diketahui, pak Mamad ini orang pertama yang ngasih harga sesuai argo meski jaraknya dekat. Salut banget! Jarang ketemu orang seperti pak Mamad. Kebanyakan yang kutemui malah aku kasih lebih dan nggak ada kembalian, entah sengaja atau enggak, aku nggak ngerti. Tapi aku nggak pernah ambil pusing dan ribet. Aku gini karena bapak. Bertemu pak Raharjo dan pak Mamad kemarin itu sungguh membuatku berpikiran lebih jauh. Setelah pertemuan dengan mereka, aku merenung, aku belajar, dan aku bahagia sekali hari itu, aku bahagia.

Mungkin kamu punya cerita yang hampir sama denganku. Kamu juga boleh cerita di sini. Penolakan tidak selamanya buruk, justru bisa membawamu bertemu dengan orang-orang baru yang membahagiakan. Bertemu pak Mamad setelah ditolak sana-sini itu benar-benar berdampak positif sekali untuk hidupku dan bapak. Kelihatannya sepele, tapi mahal bener pertemuan kemarin itu. 




Kebaikan orang terhadapmu jangan pernah dilupakan dan keburukan orang terhadapmu jangan pernah diingat-ingat. Aku bahagia. Pak Mamad terima kasih untuk ilmu yang luar biasa ini.

0 komentar:

Posting Komentar

 

LIKE FOR CLICK ON POST

DON'T CLICK, BUT SEE MORE


JOIN WITH

Blogger Perempuan

RELAX: HERE YOU CAN FEED THE FISH