Penipu Ini Nekat ? Nggak Gaul ? Atau Nggak Kenal Internet ?

Zaman memang sudah berubah, apa-apa seakan hanya uang yang terngiang di kepala. Apa sebegitu menariknya uang ? Apa yang menarik ? Uang akan menarik jika jumlahnya banyak, iya kan ? Lalu bagaimana bila jumlah nominal uangnya banyak, tetapi didapat dengan cara yang tidak halal ?



Beberapa minggu yang lalu, saya diberi beberapa lembar kertas kecil berisikan undian berhadiah. Menurut teman, ia mengetahui hal tersebut dari adik kandungnya. Kupon undian tersebut sangat lengkap dan orang pasti akan mudah percaya. Kupon yang teman berikan ke saya jelas kupon penipuan. 

Berkat kemajuan teknologi, seharusnya kupon-kupon undian model jebakan-jebakan nggak asik itu sudah tidak beredar lagi. Pertanyaannya, kenapa masih sering, beberapa dari kita masih saja menemukan kupon nggak asik itu ? Jawabannya mungkin si penipu itu nggak gaul. Hari gini masih pakai kertas ? Hemat kertas dong ! Beralihlah ke digital ! (Duh jangan buat nipu ya). Butuh modal berapa anda buat nipu ? Gedhe ya ? Mungkin si penipu punya usaha percetakan “HEHE” atau Pabrik kertas. Menurut saya, untuk melakukan sistem penipuan semacam ini, sangat dibutuhkan modal yang besar, dan beberapa tim di lapangan harus mumpuni. Berani bayar mereka berapa ? Wah nekat benar si penipu. Jika lokasi penipuan masih di Area Jawa Tengah, kemungkinan hanya beberapa orang saja yang diandalkan. Namun, bila tipu menipu ini sampai tingkat nasional, mengerikan juga ya anda gaji tim untuk tipu menipu ini.

Yang Wajib Si Penipu Tahu

Zaman memang sudah berubah. Menurut We Are Social, sebuah agensi marketing sosial, mengeluarkan sebuah laporan (tahunan) mengenai data jumlah pengguna website, mobile, dan media sosial dari seluruh dunia. 

Dan berikut adalah perkembangan dunia digital Indonesia: 
  • 72,7 juta pengguna aktif internet 
  • 72 juta pengguna aktif media sosial, dimana 62 penggunanya mengakses media sosial menggunakan perangkat mobile 
  • 308,2 juta pengguna handphone 

Dari data tersebut, yang wajib si penipu tahu :
  • Jika anda ingin menipu dengan model seperti menyebar kupon di jalanan, anda wajib tahu jumlah pengguna Internet di Indonesia. 
  • Media sosial apa yang kerap digunakan di Indonesia
  • Dan yang paling penting, para korban pernah tidak menulis konten berisi penipuan yang tim anda lakukan 


Kenapa anda wajib tahu ?

Pertama kali teman saya memporoleh kupon ini, ia langsung terhubung dengan internet, mencari tahu informasi kupon berhadiah di internet. Dan ketika dicek, konten bukan lagi kupon berhadiah, akan tetapi konten penipuan. Anda harus tahu informasi tentang aksi penipuan yang anda lakukan sudah menyebar luas di dunia maya. Para korban mengunggah foto dan menuliskannya di blog pribadi maupun komunitas. Bayangkan, anda sudah tidak aman, apalagi jika tipu menipu ini masih anda lakukan, sangat percuma, uang anda habis untuk modal, dan anda tak mendapatkan apa-apa.


Berminat jadi penipu ? pelajari dulu teknologi atau anda rugi ditambah malu sendiri. 









2 komentar:

  1. setali tiga uang dengan penipu produk operator telepon seluler yang menggunakan blogspot

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya mas, jangan-jangan mereka punya perusahaan gedhee ya :D

      Hapus

 

LIKE FOR CLICK ON POST

DON'T CLICK, BUT SEE MORE


JOIN WITH

Blogger Perempuan

RELAX: HERE YOU CAN FEED THE FISH