Bimbingan Skripsi Masih Pakai Kertas ? Kamu Nggak Bosan ?

sumber : pinterest
Skripsi merupakan salah satu momok yang menakutkan. Syarat kelulusan ini, lumayan buat kantong kering, waktu terbuang untuk melamun, galau, pikiran kemana-mana, dan yang jelas menghabiskan kertas. Saya senang diberi kesempatan bimbingan skripsi menggunakan teknologi saat itu (kalau tidak salah saya satu-satunya). Dosen pembimbing saya sewaktu skripsi ini, sangat melek teknologi. Beberapa gadget siap di meja kerja, dan sepertinya gadget keluaran terbaru semua. Beliau adalah Drs. Bambang Prihadi, M. Pd. Dosen pengampu materi Pembelajaran Seni Rupa dan Sejarah Seni Rupa Barat maupun Timur di Kampus Pend. Seni Rupa UNY. Bimbingan ini, sungguh sangat berkesan, tidak bosan, dan saya selalu antusias menunggu kapan waktu bimbingan. Kesibukan beliau saat itu, membuat saya susah bertemu, akan tetapi tidak menyulutkan niat saya untuk menyelesaikan skripsi.

Kalian tahu google doc ? Nah, waktu itu saya berbagi file di google doc dan mengirim email ke tempat beliau. Walaupun tidak selalu dibalas, karena saya sangat mengerti kesibukan beliau, tetap ada cara lain yang membuat skripsi itu menjadi semakin mudah.

Saat itu saya diberi kesempatan untuk menggunakan laptop sebagai sarana utama saat bimbingan. Dalam satu meja, kami menggunakan dua layar. Satu milik beliau, satu milik saya. Disitulah ada interaksi yang cepat, berpikir di tempat, mencari solusi dengan teliti, dan wajib Konsentrasi. Menurut saya, selain hemat kertas, bimbingan skripsi model seperti ini harus segera dilakukan. Kenapa ? tidak buang-buang waktu, ide, mengurangi penebangan pohon, dan lebih nyaman. Buat saya, ini lebih praktis dan fleksibel. Saya bisa segera revisi, dan secara tidak sadar saya terus berpikir. Dari sinilah saya menikmati bahwa skripsi ini menyenangkan.


Masih bimbingan pakai kertas ? Kamu nggak bosan ? yuk beralih ke teknologi. Karena zaman semakin hari semakin menjadi, lakukan perubahan sekarang, atau kita akan tertinggal. Terimakasih Pak Bambang atas bimbingannya, sangat menginspirasi Pak.

12 komentar:

  1. 0.o wogh, harus segera dibudayakan ini, selain lebih efektif dan nggak buang buang kertas, metode ini bisa ngurangi coretan penolakan di kertas heuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dosen maunya rapi, bersih, tapi malah dicoret-coret ya mas #eh hehe. Yuk mas, kampanyekan ini, biar semua Dosen beralih ke teknologi :D :D

      Hapus
    2. bener, biar klo ada revisi ga sia-sia kertasnya.. jadi lebih hemat :D :D

      Hapus
    3. iya mas, hemat itu dambaan semua mahasiswa :D mending buat beli kuota kan ehehe

      Hapus
    4. -__- yah gitu deh, mana ketemu dosen perfeksionis, dan berujung dikasih kado tulisan 'garbage'.

      Hapus
    5. hahahaha, masih ada aja Dosen model begini, nggak asik banget :D

      Hapus
  2. Kalo dulu aku suka pake kertas tapi kertas bekas, yang baliknya udah ada tulisannya ben ngirit. Dulu sih laptop masih disebut barang yang lumayan mweah masih jarang yang punya, la sekarang aja saya tetep belum punya laptop XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga pernah disuruh pake kertas bekas mbak sama dosbing yang satu, aku turutin, cuma ada Dosen yang benar-benar maunya yang bersih kertasnya :D | gakpapa mbak yang penting bisa nulis dan bisa bikin buku kan hehe hayoooo uuuh uuuh :P

      Hapus
  3. aq dari dulu emang suka menerapkan kalau tugas by email, selain hemat kertas, mudah dibaca dan dibawa kemana-mana. Sayang aja kalau setiap tugas atau bimbingan skripsi harus buang-buang kertas banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bu Dosen satu ini memang keren sekali, ini Dosen idaman mahasiswa

      Hapus
  4. iyaaa, save the forest, go greeen....hemat kertas!

    BalasHapus
  5. iya mbak Dewi, aku setuju hemat kertas

    BalasHapus

 

LIKE FOR CLICK ON POST

DON'T CLICK, BUT SEE MORE


JOIN WITH

Blogger Perempuan

RELAX: HERE YOU CAN FEED THE FISH