Menarik, Pembukaan Pandi Meeting 8 Dibuka dengan Lagu Indonesia Raya Asli




Hallo! Lama nggak menyentuh blog. Oya, apakah kamu pernah mendengar Lagu Indonesia Raya dengan lirik asli? Sejak kapan? Apakah baru-baru ini? Atau sudah sejak lama? Bagaimana pendapatmu dengan lirik yang asli? 

Senang rasanya bisa mengikuti Pandi Meeting 8 dua pekan yang lalu. Di sana banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan. Tapi saat ini bukan mau bahas soal keseruan Pandi Meeting 8, tetapi tentang pembukaan Pandi Meeting 8 kemarin. Pasalnya ada yang menarik hati saya untuk ingin tahu lebih tentang lagu Indonesia Raya Asli. Jujur, saya baru mendengar sekaligus menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan bantuan lirik di layar pada saat Pandi Meeting 8 dua pekan yang lalu. Kemana saja ya? Kenapa saya baru mendengarkan kemarin? Rasanya kayak mencintai tapi saya tidak benar-benar mengetahui utuh siapa pasangan saya. Kan gimana ya? Hehe

Apa sebelumnya ada yang sudah tahu lirik lagu Indonesia Raya Asli? Apakah sudah tahu sejarahnya? Kok bisa sih ya dipotong menjadi satu bagian saja? Kok bisa sih! Apa karena kepanjangan? Atau karena nggak mungkin kalau dinyanyikan pada saat upacara bendera setiap hari Senin? Apakah memakan banyak waktu? Mungkin mungkin saja ya. Tapi, sebaiknya kita cari tahu lebih dalam lirik lagu Indonesia Raya Asli ini. Dari pada penasaran kan ya.


Mengenal Wage Rudolf Supratman Sebagai Pencipta Indonesia Raya

Apakah ada yang sudah mengenal Wage Rudolf Supratman? Orang kita sering menyebutnya WR. Supratman. Beliau adalah seorang komponis putra Sersan KNIL Djoermeno Senen Sastrosoehardjo menurut versi National Geographic. Versi lain dari wiki dikatakan bahwa Supratman adalah putra dari Joemeno Kartodikromo, seorang tentara KNIL Belanda, dan ibunya bernama Siti Senen. Dua versi ini perlu dibuktikan lebih lanjut dengan literatur yang mendukung, sementara saya belum membaca buku apa pun. Mungkin lain kali saya akan tambahkan atau jika menemukan sejarah versi lain. Selain menjadi komponis, Supratman juga dikenal sebagai wartawan dan penulis muda berbakat saat itu. Lahir dengan 2 versi, antara 9 atau 19 Maret 1903, Supratman akhirnya wafat pada 17 Agustus 1938. Sebelum wafat, banyak kegiatan Supratman pada waktu itu. Salah satunya adalah membuat lagu Indonesia Raya.

Lagu Indonesia Raya pertama kali diperkenalkan pada 28 Oktober 1928 pada saat Kongres Pemuda II di Batavia. Pada penutupan Kongres Pemuda yang berlangsung Desember 1928, Supratman menggesekkan biolanya mengiringi para paduan suara untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

Setelah lagu Indonesia Raya dinyanyikan depan publik, lagu ini dilarang oleh Belanda untuk dinyanyikan. Belanda bahkan menangkap WR. Supratman sebelum beliau wafat. Belanda tidak sepakat dengan lirik yang digunakan pemuda-pemuda dan WR Supratman yaitu Merdeka, Merdeka. Akhirnya para pemuda dan Supratman sepakat untuk mengganti menjadi Moelia, itu pun Belanda masih melarang dan merasa terganggu ketertiban dan keamanannya.


Rekaman Lagu Indonesia Raya 

Wiki mengatakan Lagu Indonesia Raya direkam 2 kali yakni pada tahun 1950 dan antara tahun 1997 atau 1998. Tetapi, Wiki juga menyebutkan bahwa rekaman pertama dilakukan oleh Yo Kim Tjan seorang pengusaha asal Garut. Yo Kim Tjan disebutkan merekam Lagu Indonesia Raya ke dalam piringan hitam. Kenapa jejak perekaman Yo Kim Tjan bisa diketahui? Jadi, Yo Kim Tjan menyerahkan ke Djewatan Kebudajaan. Penyerahan rekaman tersebut berlangsung pada 1957 yang dimuat pada majalah Star Weekly. Pelaku Sejarah Des Alwi juga mengatakan bahwa Lagu Indonesia Raya yang ditemukan di Museum Leiden, Belanda, adalah lagu yang dibuat Yo Kim Tjan. Hal ini diperkuat dengan isi sebuah surat dari Kementerian Penerangan yang menyebutkan bahwa tertanggal 11 November 1953, pemerintah meminta kepada Yo Kim Tjan agar lagu tersebut dimiliki oleh negara dan melarang reproduksinya.


Versi lain adalah keterlibatan Jos Cleber dalam perekaman lagu Indonesia Raya. Jos Cleber adalah musisi (konduktor) berkebangsaan Belanda yang datang tahun 1949 di Indonesia atas kerjasama Pemerintah Belanda dan Indonesia dalam rangka mengembangkan musik di Indonesia. Pada saat itu Jos diminta oleh Jusuf Ronodipuro, yang waktu itu menjabat sebagai Kepala RRI Studio Jakarta untuk aransemen Indonesia Raya, karena telah berhasil menggarap aransemen berbagai lagu Indonesia, antara lain Di Bawah Sinar Bulan Purnama, dan Rangkaian Melati. Kemudian pada tahun 1997 direkam ulang dengan tehnik digital di Australia oleh Victoria Philharmony pimpinan Adie MS.


Lirik Lagu Indonesia Raya Asli

Lirik asli (1928)
INDONESIA RAJA



I
Indonesia, tanah airkoe,
Tanah toempah darahkoe,
Disanalah akoe berdiri,
Mendjaga Pandoe Iboekoe.


Indonesia kebangsaankoe,
Kebangsaan tanah airkoe,
Marilah kita berseroe:
"Indonesia Bersatoe".


Hidoeplah tanahkoe,
Hidoeplah neg'rikoe,
Bangsakoe, djiwakoe, semoea,
Bangoenlah rajatnja,
Bangoenlah badannja,
Oentoek Indonesia Raja.


II


Indonesia, tanah jang moelia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah akoe hidoep,
Oentoek s'lama-lamanja.


Indonesia, tanah poesaka,
Poesaka kita semoea,
Marilah kita mendoa:
"Indonesia Bahagia".


Soeboerlah tanahnja,
Soeboerlah djiwanja,
Bangsanja, rajatnja, semoeanja,
Sedarlah hatinja,
Sedarlah boedinja,
Oentoek Indonesia Raja.


III


Indonesia, tanah jang soetji,
Bagi kita disini,
Disanalah kita berdiri,
Mendjaga Iboe sedjati.


Indonesia, tanah berseri,
Tanah jang terkoetjintai,
Marilah kita berdjandji:
"Indonesia Bersatoe"


S'lamatlah rajatnja,
S'lamatlah poet'ranja,
Poelaoenja, laoetnja, semoea,
Madjoelah neg'rinja,
Madjoelah Pandoenja,
Oentoek Indonesia Raja.


Refrain


Indones', Indones',
Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg'rikoe jang koetjinta.
Indones', Indones',
Moelia, Moelia,
Hidoeplah Indonesia Raja.


Lirik Asli (1958)
INDONESIA RAJA


I

Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Djadi pandu ibuku.


Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.


Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rajatku, sem'wanja,
Bangunlah djiwanja,
Bangunlah badannja,
Untuk Indonesia Raja.


II


Indonesia, tanah jang mulia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanja.


Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanja,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.


Suburlah tanahnja,
Suburlah djiwanja,
Bangsanja, Rajatnja, sem'wanja,
Sadarlah hatinja,
Sadarlah budinja,
Untuk Indonesia Raja.


III


Indonesia, tanah jang sutji,
Tanah kita jang sakti,
Disanalah aku berdiri,
Ndjaga ibu sedjati.


Indonesia, tanah berseri,
Tanah jang aku sajangi,
Marilah kita berdjandji,
Indonesia abadi.


S'lamatlah rakjatnja,
S'lamatlah putranja,
Pulaunja, lautnja, sem'wanja,
Madjulah Neg'rinja,
Madjulah pandunja,
Untuk Indonesia Raja.


Refrain


Indonesia Raja,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku jang kutjinta!
Indonesia Raja,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raja.

Lirik modern
INDONESIA RAYA


I


Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.


Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.


Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.


II


Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanya.


Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.


Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.


III


Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
N'jaga ibu sejati.


Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.


S'lamatlah rakyatnya,
S'lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg'rinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.


Refrain


Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

Gimana? Pusing? Bingung? Merasa sendiri dan terlambat tahu ini semua? Jadi kamu nggak usah khawatir karena ternyata banyak juga yang belum tahu. Saya sedang di Ruang Publik dan berhassil nanya ke beberapa orang ‘Udah pernah denger belum?’ Nah! Mereka pada belum mengerti juga. Jadi kamu nggak sendirian ya. Oya saat Pandi Meeting 8 dua pekan yang lalu, lirik Lagu yang digunakan menggunakan Lirik Asli Versi Modern. Panjang! Luar Biasa PANDI! Terima kasih sudah membuat saya menjadi ingin tahu. 




Sumber:
A
B
C
D


2 komentar:

  1. keren yaa sisk....tapi sayangnya banyak belum tahu. termasuk aku --"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaku juga baru tahu kemarin waktu acarra PANDI meeting 8 hehe

      Hapus

 

LIKE FOR CLICK ON POST

DON'T CLICK, BUT SEE MORE


JOIN WITH

Blogger Perempuan

RELAX: HERE YOU CAN FEED THE FISH