Memahami Orang Lain itu Jangan Mentah-mentah



Pernah nggak kamu egois, ingin orang lain memahamimu? Sementara dirimu tak bisa memahami orang lain? Pernah nggak? Jika kamu pernah, tolong mulai sekarang jangan egois lagi, meski kamu sangat baik. Peduli! Tapi lebih baik diam, ketika kamu tak bisa memahami orang lain. Bagaimana bila selebihnya itu memicu kepedihan? Apa kamu masih ingin egois? Semalam, aku datang menjenguk seorang teman. Dia senang bercerita denganku dan ibu-ibu kita. Jika aku menempatkan posisiku ke dia, aku sangat jahat. Karena yang dia rasakan berbeda denganku, dan yang kurasakan berbeda dengannya. Sama-sama permpuan, makan nasi, tapi soal hidup, kita sangat jauh berbeda. Maka tak pantas aku memahami dia sekedar memahami diriku sendiri. 

Aku bersyukur memiliki teman sekuat dia. Saat dia sibuk dari pekerjaannya, dan jarang menemuiku di Semarang, tak lantas membuatku menjadi arogan kepadanya. Kesibukan dia luar biasa. Jakarta – Semarang – Pati, belum kota-kota yang lain. Nggak ngerti! Nggak tega lihat dia terbaring di Pavillun Garuda Kariadi. Rintihan semalam itu aku menangkap suara lain dari dalam dirinya, sakit yang mendalam. Bukan sekedar fisik. Tak banyak yang paham soal dia. Maka memahami perasaan orang lain itu jangan mentah-mentah.

Dia perempuan super kuat, entah aku pun tak sanggup memahami berlebihan tentang dia, meski aku berusaha memahami perasaan dia. Aku takut terlalu jauh, sebab aku sendiri belum cukup mampu menerima apa pun yang dia ucapkan. Dia itu……….. gila!

Dia benar-benar gila, menurut orang normal. Tapi dia normal menurutku. Dia normal, meski kadang aku sendiri tak mengerti dengan dia. Semalam, aku datang dia bahagia, setelah menerima telepon dari seorang teman di Jakarta, dia masih bahagia. Entah, tiba-tiba dia kesakitan. Aku bingung mau apa. Aku ngerti sakit dia bukan sekedar fisik. Luka dia nggak cuma sebatas itu. Melebihi ribuan kilo dia berjalan, terjatuh, berjalan, terjatuh, terjauh, bahkan dia hampir menemukan kebahagiaannya yang dia mau. Nggak ngerti kenapa jadi pengen cerita tentang dia, meski hanya gini-gini aja. Cepet sembuh mba..

2 komentar:

  1. Ah semua orang memang ingin dimaklumi tanpa mengerti keadaan atau kondisi orang lain..

    BalasHapus

 

LIKE FOR CLICK ON POST

DON'T CLICK, BUT SEE MORE


JOIN WITH

Blogger Perempuan

RELAX: HERE YOU CAN FEED THE FISH