Kamu Malu ? Kenapa Malu ?

sumber : google

Beberapa minggu ini, saya sering sekali ke tempat X, sebut saja begitu. Awalnya saya merasa ada yang membuat saya penasaran, seseorang. Eh kita kayak kenal ya, batin saya. Siapa ya, tanya saya dalam hati. Beberapa hari kemudian, saya dipertemukan lagi dengan sosok ini. Saya bilang, nggak salah lagi, aku kenal deh sama kamu, kok kamu diem aja, kamu malu ? Saya yakin dia menghindar dari saya, setiap saya berpapasan, dia menuju bagian belakang, dia seperti tak mau bertemu denganku, seperti ada yang dia tutupi.

Dan !

Pagi ini saya ke tempat itu lagi, hanya ada dia. Saya ngobrol sebentar dengannya, hanya sebentar. Dia tak berani menatap saya, saya pura-pura tidak mengenalnya, bukan tanpa alasan, saya yakin dia malu, padahal menurut saya kamu tak perlu malu dengan pekerjaanmu. Saya memang sengaja tidak menyapa, karena saya yakin dia malu, saya tak mau menyakiti dia hanya dengan sapaan, jika saya menyapa, persepsi dia pasti macam-macam. Kadang diam juga bisa bikin orang itu bahagia. Cuma pertanyaannya, apa ada yang salah dengan pekerjaanmu, kenapa kamu harus malu dengan pekerjaanmu, kenapa kamu pura-pura tak mengenalku hanya karena pekerjaanmu, dan selalu menghindar ketika kita bertemu, apa kamu benar-benar tak percaya diri dengan apa yang kamu sedang kerjakan, padahal pekerjaanmu mulia, dan aku sendiri tak bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang sedang kamu perjuangkan.

Menurut saya, bekerja di manapun, dibidang apapun, dan bagaimana penampilan anda, tak ada yang namanya kesalahan, selagi masih halal. Yang salah, jika anda tidak berani berjuang, apalagi sudah berkeluarga. Jika anda masih belum percaya diri dengan apa yang anda lakukan, jelas anda sedang tak mencintai apa yang anda lakukan, it's so simple ! 

Hai, buat kamu, saya akan mengatakan kamu hebat, jika sekali lagi kita bertemu dan kamu menyapa saya. Saya tunggu beranimu !

2 komentar:

  1. Bagus banget..masalah pribadi seseorang mungkin berbeda..ada yg tertutup ada yg terbuka dan easy..tapi hanya masalah waktu dan rasa nyaman..mungkin suatu waktu akan berbeda ketika bertemu lagi..dan rasa takut itu perlahan hilang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kakak, daku rasa memang begitu, semoga nanti waktu bertemu denganku, dia sudah berani menyapaku, dan dengan bangga dengan apa yang sedang ia lakukan

      Hapus

 

LIKE FOR CLICK ON POST

DON'T CLICK, BUT SEE MORE


JOIN WITH

Blogger Perempuan

RELAX: HERE YOU CAN FEED THE FISH