Guru Bukan Pembunuh Tapi Pendidik

Semua anak-anak itu hebat, tapi tidak semua anak-anak mengetahui ia hebat. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Siapa yang salah ? Kita (guru) ? Atau memang si anak sendiri ? Sebagai guru kita harus buang jauh-jauh sikap egois yang mengendap dalam diri kita. 

Sumber gambar : Google

Berdasarkan riset sederhana, saya akan menulis tulisan sederhana ini, Jika akan membuat anak itu tahu ia hebat, beri kesempatan kepadanya melakukan apa saja yang ia suka. Biarkan ia menemukan beberapa hal sampai akhir pekan, lalu suruhlah ia bercerita akan penemuannya itu. Selanjutnya, lihat apa yang akan terjadi selanjutnya. jika anak itu berminat dalam bidang tertentu, lihat dulu apa yang akan ia lakukan, jika berhasil membuat tertegun kita (guru), dalam konteks positif tentunya, biarkan sampai ia bercerita lagi kepada kita (guru). 

Namun, jika si anak tidak menunjukkan sesuatu yang positif, jangan sesekali membunuh apa saja yang ia lihat dan rasakan menggunakan indranya. Jelas anak itu akan marah, dan tidak akan melakukan beberapa hal untuk penemuan-penemuan baru, ia akan menyerah dan kembali pada titik awal lagi, bayangkan semua waktu yang telah dihabiskan akan menjadi percuma, anak akan menjadi tidak mandiri, karena merasa apa yang ia lakukan selalu salah, ia akan semakin jauh menemukan siapa ia yang padahal hebat itu, ia pasti menunggu disuruh baru melakukan beberapa penemuan yang sebenarnya bukan penemuannya.

Anak akan terbunuh motivasinya, lalu ia akan berteriak pada dunia, aku sendirian. Sungguh, kita (guru) seperti seorang pembunuh kelas kakap, menantang bukan menghukum, memotivasi bukan menekan. Setiap anak memiliki karakter dan kemampuan berbeda-beda, jelas tidak bisa disamakan, anak paling tidak suka disama-samakan. Semua hebat, tergantung cara kita (guru) melihat mereka (anak-anak). Jangan sampai kita (guru) salah menilai, lalu membuat anak-anak semakin merasa sendiri, guru bukan pembunuh tapi pendidik. 

Berdasarkan riset sederhana, anak yang memiliki kecenderungan liar, tapi dibatasi, lalu ia berteriak, ia hanya sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

 

LIKE FOR CLICK ON POST

DON'T CLICK, BUT SEE MORE


JOIN WITH

Blogger Perempuan

RELAX: HERE YOU CAN FEED THE FISH