Jatuh Bangun Wardah, Siapa Yang Mengira?

Nurhayati Subakat, CEO PT Paragon Technology Innovation (PTI), 
pemilik merek kosmetik muslimah Wardah
Pagi memang begitu manis, jika memotivasi diri dengan melihat keberhasilan orang lain. Apalagi sore-sore mendung Kota Jogja yang bikin tambah semangat. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang jatuh bangunnya perusahaan kosmetik Wardah.

Menurut dream.co.id (http://goo.gl/sx6kAB), Wardah sejak 29 tahun yang lalu sudah berdiri di tengah-tengah masyarakat. Waktu itu Nurhayati dibantu oleh seorang pembantu di rumahnya. Siapa sebenarnya Ibu Nurhayati Subakat ini ? Apa yang melatarbelakangi beliau mendirikan sebuah perusahaan kosmetik ?

Menurut Wikipedia (http://goo.gl/MS3AW7), Nurhayati merupakan putri keempat dari delapan bersaudara yang berasal dari Minangkabau. Ia menghabiskan masa kecilnya di kota kelahiran, Padang Panjang. Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 27 Juli 1950, Beliau sekolah di Diniyah Putri. Lalu pindah ke kota Padang. Masa remajanya dilewati di kota itu. Menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota itu. Sesudah lulus dari sekolah menengah, beliau kuliah di Jurusan Farmasi Institut Teknologi Bandung. Karena saking cintanya dengan kotanya, maka beliau bekerja di salah satu Rumah Sakit di Padang. Dirasa sudah sangat cukup untuk bekerja di Padang, beliau pindah ke Ibu Kota, tepatnya di Jakarta Timur, tempat dimana beliau bekerja di salah satu perusahaan kosmetik tersohor di Indonesia. 

Hah, ambil nafas panjang, sudah memasuki karier yang gemilang, Ibu cantik satu ini memilih keluar dari perusahaan dimana beliau bekerja. Pada akhirnya beliau dengan dibantu seorang karyawan, yaitu pembantunya, membangun sebuah usaha yang sekarang sedang populer di masyarakat kita, sebut saja Kosmetik Wardah. Banyak pelajaran menarik yang bisa dipetik dari perusahaan ini. Membangun usaha tentu tak semudah membeli barang, kalau ada uang hehe. Beda dengan yang membangun usaha, tidak hanya mencari konsumen, melihat perkembangan pasar, dan sebagainya. Mereka yang membangun harus berani bertahan. Tentu kita sebagai seorang pemilik perusahaan tahu, apabila perusahan tiba-tiba bangkrut, bagaimana nasib pekerjanya ? bagaimana mereka makan ? dengan apa mereka hidup bersama keluarganya.

Nah, Nurhayati memberi tauladan yang sangat baik, jika kita memang harus bertahan ketika sudah membangun, itu kewajiban. Wardah jatuh bangun siapa yang mengira. Ternyata perusahaan ini pernah mengalami kebakaran setelah lima tahun dibangun. Tapi begitu semangat beliau mempertahankan. Beliau mengatakan, jika perusahaan ini berhenti, bagaimana nasib beberapa karyawan ? Kegigihan Nurhayati bahkan sampai memiliki 4000 lebih karyawan. Hee yang sudah membangun masih mau bertahan atau ingin menyerah ? semangat ya..

Dulu waktu SD, sekitar umur 10 tahun, saya sudah mengenal produk Wardah. Dulu kemasannya masih sangat sederhana dan sepertinya ada bunga mawarnya, tidak seperti sekarang. Kemasan wardah sangat elegan, dan terkesan istimewa untuk siapa saja yang memakainya. Jaman memang sudah berubah, ini yang saya sangat suka dengan Wardah, bertahan dan berkembang ! Lanjut cerita lagi, Dulu waktu SMP-SMA-bahkan kuliah awal, mencari produk wardah saya tidak tahu kemana. Sekarang ? coba cermati, sampai artis dalam negeri sebagai Brand Ambassador Wardah loo, Eh bahkan produk ini sudah sampai Eropa saat Film 99 Cahaya di Langit Eropa. 

Saya kira, tidak pernah terlihat itu karena sudah tidak memproduksi lagi, ternyata saya dikagetkan beberapa tahun terakhir produk Wardah sangat pepuler di kalangan masyarakat Indonesia, maupun mancanegara. Kegigihan serta kerja keras Nurhayati selama berpuluh tahun membangun dan mengembangkan patut diacungi jempol. Wah sukses terus ya Wardah, semoga target go public tahun 2016 bisa terlaksana dengan baik. 

4 komentar:

  1. Memang keren nih, ispiratif bgt.
    Semoga anak muda Indonesia bisa berinovasi seperti pendiri wardah. Jangan sampai kita hanya sbg konsumen dari produk2 asing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kakak, salut banget perjuangannya 30 tahun itu nggak sebentar, semangatnya bikin iri ya

      Hapus
  2. Ralat bukan putri kedua...tapi keempat dari 8 bersaudara...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih ralatnya, segera diperbaiki ya

      Hapus

 

LIKE FOR CLICK ON POST

DON'T CLICK, BUT SEE MORE


JOIN WITH

Blogger Perempuan

RELAX: HERE YOU CAN FEED THE FISH